SOLO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus Solo secara resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Mahasiswa Berdaya 2026” pada hari Sabtu, 19 April 2026, di Aula Utama Kampus Solo. Program komprehensif ini dirancang untuk memberdayakan mahasiswa melalui peningkatan kompetensi akademik, keterampilan soft skill, dan semangat kewirausahaan yang berkelanjutan.
Peluncuran program tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Kampus Solo, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Hendra Wijaya, S.E., M.B.A., sejumlah dekan fakultas, pimpinan organisasi kemahasiswaan lainnya, serta lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi. Acara yang berlangsung selama tiga jam ini menampilkan berbagai komponen program, diskusi panel interaktif, dan sesi networking yang melibatkan praktisi industri serta entrepreneur muda sukses.
Latar Belakang Program dan Visi Strategis
Dalam era transformasi digital dan persaingan ekonomi global yang semakin ketat, organisasi mahasiswa Kampus Solo merasakan urgency untuk menghadirkan program yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan potensi mahasiswa. Program “Mahasiswa Berdaya 2026” hadir sebagai respons atas berbagai masalah yang diidentifikasi selama survei kepuasan mahasiswa pada kuartal pertama 2026.
“Kami menemukan bahwa banyak mahasiswa merasa kesulitan dalam menjembatani gap antara kompetensi akademik yang dimiliki dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Selain itu, terdapat potensi entrepreneurship yang belum tergali secara maksimal di kalangan mahasiswa kami,” ungkap Muhammad Rizky Pratama, Ketua BEM Kampus Solo periode 2025-2026, dalam pidato pembukaan acara peluncuran.
Menurutnya, program ini dirancang dengan melibatkan feedback dari mahasiswa, dosen, alumni, dan stakeholder eksternal. Program “Mahasiswa Berdaya 2026” berfokus pada tiga pilar utama: pengembangan kompetensi akademik dan literasi, peningkatan soft skill dan kepemimpinan, serta akselerasi jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa.
Komponen dan Mekanisme Pelaksanaan Program
Program “Mahasiswa Berdaya 2026” terdiri dari beberapa subprogram yang terintegrasi dan saling mendukung. Pertama adalah “Akademik Plus,” sebuah inisiatif yang menyediakan kelas-kelas tambahan dalam hal research skills, academic writing, dan data literacy untuk mahasiswa dari semua tingkat akademik. Program ini akan diselenggarakan setiap dua minggu sekali dengan menghadirkan pembimbing dari dosen terbaik Kampus Solo dan profesional di bidangnya.
Kedua adalah “Leadership Factory,” program pengembangan kepemimpinan yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan organisasi modern. Program ini mencakup workshop tentang emotional intelligence, decision-making, crisis management, dan strategic planning. Peserta akan dilatih oleh praktisi bisnis, consultant profesional, dan alumni Kampus Solo yang telah mencapai kesuksesan di berbagai industri.
Ketiga adalah “Entrepreneurship Hub,” yang merupakan bagian paling inovatif dari program ini. Hub ini akan menyediakan mentoring langsung dari entrepreneur berpengalaman, akses ke network investor potensial, dan pendanaan awal untuk ide bisnis terbaik dari mahasiswa. “Entrepreneurship Hub” juga akan mengadakan kompetisi pitch bisnis setiap tiga bulan dengan hadiah total mencapai 500 juta rupiah.
Saat ditanya mengenai alokasi anggaran program, Muhammad Rizky Pratama menjelaskan bahwa BEM telah mengalokasikan 2,5 miliar rupiah dari sumber pendapatan organisasi, dengan harapan memperoleh sponsor dan dukungan pendanaan dari industri mitra. “Kami juga telah menjalin kerjasama dengan lima startup terkemuka di Indonesia yang siap memberikan mentoring dan resources untuk program Entrepreneurship Hub ini,” tambahnya.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Kampus
Rektor Kampus Solo, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc., memberikan sambutan yang penuh apresiasi terhadap inisiatif BEM ini. Beliau menekankan bahwa program “Mahasiswa Berdaya 2026” sejalan dengan visi strategis Kampus Solo untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga alumni yang siap menjadi problem solver dan job creator di masyarakat.
“Saya sangat bangga dengan komitmen BEM dalam menghadirkan program yang konkret dan berdampak. Ini bukan sekadar slogan, tetapi sebuah ekosistem pembelajaran yang komprehensif. Kampus Solo akan memberikan dukungan penuh, baik dari sisi infrastruktur maupun kolaborasi dengan pihak eksternal,” ujar Prof. Bambang Sutrisno dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Hendra Wijaya, S.E., M.B.A., menambahkan bahwa program ini akan didokumentasikan dengan baik untuk dijadikan best practice di lingkungan universitas. “Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa program ini mencapai target dan outcome yang telah ditetapkan. Tidak hanya itu, kami juga akan mengintegrasikan hasil pembelajaran dari program ini ke dalam kurikulum akademik, jika memungkinkan,” jelas Dr. Hendra Wijaya.
Antusiasme Mahasiswa dan Testimoni Peserta
Selama acara peluncuran, terlihat antusiasme tinggi dari para mahasiswa Kampus Solo. Ruang pendaftaran program “Mahasiswa Berdaya 2026” diliputi barisan mahasiswa yang antri untuk mendaftar, bahkan beberapa diantaranya harus menunggu cukup lama karena tingginya minat.
Siti Nurhaliza, mahasiswi tingkat ketiga program studi Manajemen Bisnis, mengungkapkan kegembiraan sekaligus harapannya terhadap program ini. “Saya sudah lama merasa kurang percaya diri dalam menulis paper yang baik dan berbicara di depan umum. Melalui program ini, saya berharap bisa mengatasi kelemahan tersebut dan juga belajar tentang entrepreneurship karena saya memiliki ide bisnis yang ingin dikembangkan,” katanya.
Sementara itu, Ari Wibowo, mahasiswa tingkat kedua Teknik Informatika, melihat program ini sebagai kesempatan emas untuk memperdalam skill teknis dan soft skill secara bersamaan. “Di era digital ini, kita tidak hanya butuh skill teknis yang bagus, tapi juga kemampuan berkomunikasi dan leadership yang kuat. Program Mahasiswa Berdaya 2026 sepertinya bisa memenuhi kebutuhan itu dengan sangat baik,” ujarnya optimis.
Kolaborasi dengan Organisasi Kemahasiswaan Lainnya
Kesuksesan program “Mahasiswa Berdaya 2026” juga bergantung pada kolaborasi solid dengan organisasi kemahasiswaan lainnya di Kampus Solo. Pada acara peluncuran, terlihat komitmen positif dari pimpinan berbagai organisasi mahasiswa, termasuk dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan organisasi student interest lainnya.
Agus Setiawan, Koordinator Dewan Himpunan Mahasiswa Program Studi, berkomitmen bahwa semua HMPS akan memfasilitasi mahasiswa dari program studi mereka untuk mengikuti berbagai kegiatan dalam program “Mahasiswa Berdaya 2026.” “Kami akan menjadi jembatan antara BEM dan mahasiswa untuk memastikan informasi program ini tersampaikan dengan baik dan memberikan dukungan penuh,” ungkap Agus.
Selain itu, ketua UKM Kewirausahaan Kampus Solo juga turut berkomitmen untuk menyediakan inkubator bisnis yang dapat diakses oleh peserta program, terutama mereka yang sedang mengembangkan ide bisnis.
Dampak Jangka Panjang dan Harapan ke Depan
Meskipun program “Mahasiswa Berdaya 2026” baru diluncurkan, berbagai kalangan sudah menaruh harapan besar terhadap dampaknya. Kajian awal yang dilakukan oleh BEM menunjukkan bahwa terdapat potensi untuk meningkatkan employment rate lulusan Kampus Solo hingga 15 persen dalam dua tahun ke depan, sekaligus meningkatkan jumlah mahasiswa yang menjadi entrepreneur setelah lulus.
“Program ini bukan hanya tentang angka-angka, tetapi juga tentang transformasi mindset mahasiswa Kampus Solo. Kami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga job creator dan problem solver dalam masyarakat,” kata Muhammad Rizky Pratama dengan penekanan yang kuat.
Rencana BEM ke depan juga mencakup ekspansi program ke tingkat regional, dengan harapan dapat melibatkan mahasiswa dari universitas lain di sekitar Solo. “Kami percaya bahwa kolaborasi antar kampus akan menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih kaya dan kompetisi yang sehat untuk mendorong inovasi di kalangan mahasiswa,” tambahnya.
Kesimpulan
Program “Mahasiswa Berdaya 2026” yang diluncurkan BEM Kampus Solo pada 19 April 2026 merupakan langkah maju yang signifikan dalam mengakselerasi pemberdayaan mahasiswa. Dengan tiga pilar utama – Akademik Plus, Leadership Factory, dan Entrepreneurship Hub – program ini menawarkan solusi holistik terhadap berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa modern.
Dukungan penuh dari pimpinan kampus, antusiasme tinggi dari mahasiswa, dan kolaborasi lintas organisasi membuat prospek kesuksesan program ini sangat terbuka lebar. Ke depannya, program “Mahasiswa Berdaya 2026” diharapkan dapat menjadi model pengembangan mahasiswa yang berkelanjutan dan terus berkembang, menciptakan impact positif tidak hanya bagi individu mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui kontribusi nyata dari alumni-alumni yang terlatih dan termotivasi dengan baik.
—
Penulis: [Tim Jurnalis Kampus Solo]
Tanggal Publikasi: 19 April 2026