Solo – Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Kampus Solo. Kali ini, seorang mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Desain Grafis Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) di Jakarta, Selasa (15 April 2026) lalu. Pencapaian luar biasa ini membuka peluang bagi mahasiswa bersangkutan untuk mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi desain tingkat internasional.
Mahasiswa pemenang bernama Refina Putri Ananda, berusia 20 tahun, merupakan mahasiswa semester empat di Kampus Solo. Melalui karya desainnya yang berjudul “Warisan Nusantara: Ekspresi Modern Batik dalam Digital Media,” Refina berhasil mengalahkan ratusan peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Karya Refina menggabungkan estetika tradisional batik dengan teknologi desain grafis kontemporer, menciptakan visual yang tidak hanya menarik secara artistik tetapi juga memiliki nilai edukasi tinggi mengenai kekayaan budaya lokal Indonesia. Juri kompetisi memuji originalitas dan kedalaman konsep yang ditampilkan Refina dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dengan tren desain global terkini.
Perjalanan Menuju Podium Tertinggi
Pencapaian Refina tidak datang begitu saja. Sejak semester pertama, mahasiswa asal Semarang ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap mata kuliah desain yang ditempuhnya. Menurut catatan akademik di Kampus Solo, Refina konsisten mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,8 dari skala 4,0.
“Saya sudah mengikuti beberapa kompetisi desain lokal sebelumnya, tetapi ini adalah pertama kalinya saya berani mendaftar kompetisi nasional. Sebenarnya, saya sangat gugup dengan keputusan itu,” ujar Refina dalam pernyataan eksklusif kepada pers kampus pada Rabu (16 April 2026) di ruang kantor Program Studi Desain Komunikasi Visual Kampus Solo.
Refina menceritakan bahwa inspirasi karyanya berasal dari pengalaman pribadinyanya ketika mengunjungi Kampung Batik Laweyan di Solo, sekitar 3 kilometer dari Kampus Solo. “Saya terpesona melihat bagaimana para pengrajin batik masih mempertahankan teknik tradisional mereka. Saya pikir, bagaimana jika seni ini dikombinasikan dengan bahasa visual yang lebih modern dan digital? Itulah yang mendorong saya untuk menciptakan karya ini,” lanjut Refina.
Proses pembuatan karya Refina memakan waktu kurang lebih dua bulan penuh. Ia menjalankan riset mendalam, mulai dari wawancara dengan pengrajin batik, dokumentasi visual lapangan, hingga eksperimen desain bertahap menggunakan software profesional seperti Adobe Creative Suite.
Dukungan Kampus Solo
Kesuksesan Refina tidak terlepas dari dukungan penuh institusi Kampus Solo, khususnya dari Dosen Pembimbing Akademik dan staf Program Studi Desain Komunikasi Visual. Dosen pembimbingnya, Dr. Bambang Sutrisno, S.Sn., M.Des., mengakui potensi besar yang dimiliki Refina sejak pertama kali mengajar mahasiswa tersebut.
“Refina adalah mahasiswa yang memiliki kombinasi langka: teknis yang kuat, konseptual yang mendalam, dan karakter yang ulet. Saya selalu mendorong mahasiswa-mahasiswa kami untuk tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga untuk mengembangkan portofolio yang kompetitif di tingkat nasional dan internasional. Prestasi Refina ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan bimbingan yang tepat, mahasiswa Kampus Solo mampu bersaing dengan mahasiswa terbaik dari universitas-universitas ternama lainnya,” kata Dr. Bambang Sutrisno dalam wawancara di kantornya pada hari Rabu pukul 14.00 WIB.
Kampus Solo juga memberikan fasilitas pendukung yang memadai bagi mahasiswa seperti Refina. Laboratorium Desain Grafis di kampus dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak terkini, tersedia studio fotografi profesional, serta akses ke berbagai perpustakaan digital internasional yang memuat referensi desain global.
“Kampus Solo memiliki komitmen yang sangat serius dalam mengembangkan potensi mahasiswa, tidak hanya sebagai lulusan yang siap kerja, tetapi juga sebagai inovator dan pemimpin industri kreatif. Program beasiswa prestasi akademik dan non-akademik kami dirancang khusus untuk memberikan insentif kepada mahasiswa yang berprestasi tinggi,” jelas Dr. Bambang Sutrisno lebih lanjut.
Pengakuan Pihak Kampus
Pencapaian Refina mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan Kampus Solo. Rektor Kampus Solo, Prof. Dr. Ir. Suharjito, M.Eng., mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan kebanggaan atas prestasi mahasiswanya.
“Pencapaian Refina Putri Ananda dalam Kompetisi Desain Grafis Nasional adalah refleksi nyata dari visi Kampus Solo untuk menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif secara global. Kami bangga bahwa mahasiswa kami mampu menunjukkan kemampuan desain yang tidak hanya secara teknis sempurna, tetapi juga memiliki pesan sosial dan budaya yang mendalam. Kesuksesan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan standar pendidikan dan fasilitas pembelajaran,” ungkap Prof. Suharjito dalam pernyataan tertulis yang diterima oleh redaksi pada Rabu sore.
Sesuai dengan kebijakan Kampus Solo, Refina akan menerima penghargaan uang tunai sebesar lima juta rupiah, sertifikat kehormatan, dan pengakuan resmi dalam laporan akhir tahun akademik institusi. Lebih dari itu, Refina juga akan didaftarkan sebagai peserta resmi Indonesia dalam ajang International Design Excellence Awards (IDEA) yang akan diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, pada bulan Agustus 2026.
Peluang Internasional dan Implikasi Masa Depan
Representasi Refina di tingkat internasional membuka berbagai peluang signifikan bagi dirinya maupun institusinya. International Design Excellence Awards adalah salah satu kompetisi desain paling prestisius di dunia, diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta dari 80 negara setiap tahunnya.
“Saya masih belum sepenuhnya percaya bahwa saya berkesempatan untuk bersaing di level internasional. Tentu saja saya akan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Kampus Solo, kepada dosen-dosen saya, kepada keluarga, dan kepada semua yang telah mendukung perjalanan saya hingga saat ini. Saya berharap prestasi ini juga bisa menginspirasi teman-teman seprogramku untuk terus berinovasi dan tidak takut bermimpi besar,” ujar Refina dengan penuh emosi ketika ditanya tentang perasaannya menghadapi kompetisi internasional mendatang.
Kesuksesan Refina juga memiliki dampak positif yang lebih luas terhadap reputasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Kampus Solo. Menurut data dari Pusat Data dan Informasi Kampus Solo, prestasi mahasiswa non-akademik seperti kompetisi telah meningkat 35% dalam dua tahun terakhir. Program Studi Desain Komunikasi Visual khususnya telah menghasilkan 12 pemenang kompetisi tingkat nasional dalam lima tahun belakangan ini.
“Kami percaya bahwa pendidikan desain bukan sekadar mengajarkan teknik software atau estetika visual. Lebih dari itu, kami mengajarkan mahasiswa untuk berpikir kritis, untuk memahami konteks budaya dan sosial di mana karya mereka akan ditempatkan, dan untuk menggunakan desain sebagai medium komunikasi yang bermakna. Itulah filosofi kami, dan Refina adalah contoh sempurna dari lulusan yang telah menginternalisasi filosofi tersebut,” jelas Dr. Bambang Sutrisno.
Rencana Pengembangan Lebih Lanjut
Merespons kesuksesan ini, Kampus Solo telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan investasi dalam infrastruktur dan program pengembangan talenta desainer muda. Kabar terbaru, pihak Kampus Solo sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa perusahaan desain internasional terkemuka untuk membuka program magang dan kolaborasi riset.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa-mahasiswa berbakat seperti Refina tidak hanya mendapat pengakuan lokal, tetapi juga memiliki akses ke peluang pengembangan karir yang berkelanjutan. Kemitraan strategis dengan industri kreatif internasional adalah salah satu cara kami untuk mencapai tujuan ini,” tambah Prof. Suharjito dalam kesempatan lain.
Penutup
Prestasi Refina Putri Ananda menjadi bukti nyata bahwa Kampus Solo terus menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Dengan fasilitas memadai, dosen berpengalaman, dan budaya akademik yang mendukung inovasi, Kampus Solo memposisikan dirinya sebagai salah satu institusi pendidikan terdepan dalam mengembangkan talenta desainer dan kreator Indonesia.
Semangat Refina yang tinggi, ketekunan dalam belajar, dan kreativitasnya dalam menggabungkan nilai tradisional dengan sensibilitas modern menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Kampus Solo. Seiring dengan partisipasinya dalam kompetisi internasional mendatang, harapan penuh tertuju kepada mahasiswa berbakat ini untuk terus membawa nama baik institusi dan negara Indonesia ke panggung dunia.
Perjalanan Refina menuju kesuksesan internasional baru saja dimulai, dan Kampus Solo siap mendukung setiap langkahnya menuju pencapaian yang lebih gemilang lagi.
—
[Artikel ini ditulis oleh Redaksi Berita Kampus Solo, 17 April 2026]