SOLO — Kampus Solo mengumumkan secara resmi peluncuran program pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus yang ambisius dengan total investasi mencapai Rp 250 miliar. Program yang dijadwalkan diselesaikan pada akhir tahun 2027 ini mencakup pembangunan gedung akademik baru, perpustakaan digital modern, dan fasilitas penunjang mahasiswa yang komprehensif.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Solo, Jalan Ahmad Yani Nomor 117, Solo, Rabu (9 April 2026) pagi. Hadir dalam acara tersebut para pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, dan perwakilan media massa lokal.
Latar Belakang Pembangunan
Keputusan untuk melaksanakan program pembangunan infrastruktur skala besar ini diambil Kampus Solo setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fasilitas kampus selama tiga tahun terakhir. Pertumbuhan jumlah mahasiswa yang konsisten sebesar 15 persen per tahun, serta perkembangan kurikulum yang semakin dinamis, menjadi faktor utama yang mendorong perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas akademik.
Direktur Kampus Solo, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.T., menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa. “Kami menyadari bahwa investasi pada infrastruktur adalah investasi pada masa depan generasi muda Indonesia,” ujar Bambang dalam pidatonya.
Menurut data internal yang dipaparkan dalam konferensi pers tersebut, jumlah mahasiswa Kampus Solo telah meningkat dari 4.200 orang pada tahun 2022 menjadi 5.800 orang pada tahun 2025. Proyeksi menyebutkan bahwa angka ini akan terus bertambah menjadi 7.500 mahasiswa pada tahun 2028, memaksa kampus untuk menyiapkan infrastruktur yang memadai.
Rincian Program Pembangunan
Program pembangunan infrastruktur Kampus Solo dibagi menjadi empat fase utama yang akan dilaksanakan secara paralel untuk mempercepat penyelesaian.
Fase Pertama: Gedung Akademik Blok D
Gedung Akademik Blok D akan menjadi proyek unggulan dengan investasi sebesar Rp 90 miliar. Gedung berlantai delapan ini akan dilengkapi dengan 24 ruang kelas modern berkapasitas 40-50 mahasiswa, 8 laboratorium terintegrasi, dan 6 ruang seminar khusus. Fasilitas tambahan mencakup auditorium berkapasitas 200 orang, pantry, dan ruang diskusi mahasiswa yang nyaman.
Arsitek proyek, Ir. Slamet Riyadi dari firma PT Karya Inovasi Arsitektur, mengatakan bahwa desain gedung ini menerapkan konsep green building yang ramah lingkungan. “Kami menggunakan sistem pendingin hemat energi, penyerapan air hujan untuk irigasi, dan panel surya di bagian atap. Diharapkan gedung ini dapat mengurangi konsumsi energi hingga 30 persen,” jelas Slamet.
Fase Kedua: Perpustakaan Digital dan Pusat Belajar
Investasi sebesar Rp 75 miliar dialokasikan untuk membangun perpustakaan digital modern dan pusat belajar. Fasilitas ini akan menggantikan perpustakaan lama yang dirasa sudah ketinggalan zaman. Perpustakaan baru akan dilengkapi dengan koleksi 150.000 judul buku fisik, akses e-book unlimited, dan workspace modern untuk mahasiswa.
Kepala Pusat Perpustakaan Kampus Solo, Dra. Siti Nurhaliza, M.I.S., menjelaskan bahwa perpustakaan digital ini akan menjadi yang terdepan di kawasan Solo Raya. “Kami akan mengintegrasikan sistem manajemen perpustakaan tercanggih, dengan fitur peminjaman online, video tutorial penelitian, dan ruang kolaborasi yang dilengkapi teknologi terkini. Mahasiswa dapat mengakses semua sumber daya perpustakaan 24 jam sehari, 7 hari seminggu,” papar Siti.
Fase Ketiga: Fasilitas Olahraga dan Kesejahteraan Mahasiswa
Komplek olahraga baru dengan investasi Rp 55 miliar akan mencakup lapangan futsal berstandar internasional, gym modern, kolam renang semi-olimpik, dan area yoga-pilates. Selain itu, akan dibangun pula klinik kesehatan mahasiswa yang lebih besar dengan layanan konsultasi psikologis profesional.
Ketua Himpunan Mahasiswa Kampus Solo, Muhammad Rizki Pratama, mengapresiasi rencana pembangunan ini. “Fasilitas olahraga yang lebih lengkap akan mendukung gaya hidup sehat mahasiswa dan pengembangan prestasi di bidang olahraga. Ini juga menjadi tempat yang tepat untuk melepas stres akademik,” ujarnya dengan antusias.
Fase Keempat: Pusat Inovasi dan Entrepreneurship
Investasi terakhir senilai Rp 30 miliar dialokasikan untuk pembangunan Pusat Inovasi dan Entrepreneurship (PIE). Fasilitas ini akan menjadi inkubator bisnis bagi mahasiswa dengan dilengkapi workspace untuk startup, meeting room, dan mentoring center. PIE akan menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri.
Pendanaan dan Manajemen Proyek
Direktur Operasional Kampus Solo, Ir. Hendra Wijaya, M.B.A., menjelaskan sumber pendanaan program ini berasal dari berbagai saluran. “Dana utama berasal dari kontribusi yayasan pendiri sebesar Rp 150 miliar, kemudian ditambah dengan pinjaman dana dari lembaga keuangan sebesar Rp 60 miliar dengan tenor 10 tahun. Sisanya, Rp 40 miliar, akan kami peroleh dari dukungan alumni dan donasi korporat,” jelas Hendra.
Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan baik, Kampus Solo telah menunjuk PT Mitra Bangun Indonesia, perusahaan konstruksi berpengalaman dengan portofolio proyek pendidikan di berbagai kota besar. Proyek ini akan diawasi oleh tim independen yang terdiri dari dosen-dosen senior dan perwakilan mahasiswa.
Dampak dan Manfaat
Rencana pembangunan infrastruktur ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi ekosistem akademik Kampus Solo. Pertama, peningkatan kualitas pembelajaran dengan fasilitas yang lebih modern dan lengkap akan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja.
Kedua, dari segi penelitian, laboratorium dan ruang kolaborasi baru akan mendorong mahasiswa dan dosen untuk melakukan riset yang lebih mendalam. Ketiga, investasi ini akan meningkatkan daya tarik Kampus Solo sebagai institusi pendidikan pilihan, yang pada gilirannya akan meningkatkan standar kompetisi penerimaan mahasiswa baru.
Keempat, pembangunan infrastruktur juga akan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal Solo. Proyek konstruksi ini diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja lokal minimal 300 orang dengan durasi 18 bulan. Selain itu, permintaan material konstruksi akan meningkatkan omset supplier lokal.
Direktur Kampus Solo, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, menegaskan komitmen terhadap kualitas. “Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dan inovasi. Setiap fasilitas dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masa depan dan dampak lingkungan,” katanya.
Jadwal Pelaksanaan
Program pembangunan akan dimulai pada pertengahan Mei 2026 dengan proses tender dan pemilihan kontraktor. Fase konstruksi dijadwalkan dimulai pada akhir Juni 2026. Pengerjaan fase satu dan dua akan berlangsung bersamaan hingga akhir 2026, sementara fase tiga dan empat akan dimulai pada kuartal pertama 2027.
Target penyelesaian seluruh proyek adalah 31 Desember 2027. Namun, kampus telah menyiapkan timeline akselerasi apabila tidak ada hambatan signifikan, dengan target peluncuran bertahap dimulai dari Januari 2027.
Penutup
Peluncuran program pembangunan infrastruktur Kampus Solo senilai Rp 250 miliar ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan institusi menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Dengan investasi yang besar pada fasilitas dan infrastruktur, Kampus Solo menunjukkan visi jangka panjangnya untuk menjadi universitas yang tidak hanya unggul dalam hal akademik, tetapi juga dalam hal fasilitas dan lingkungan belajar.
Komitmen ini sejalan dengan visi nasional peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Diharapkan bahwa kesuksesan program ini dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dan berinvestasi pada sarana-prasarana pendidikan yang berkualitas.
Mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika Kampus Solo menantikan transformasi kampus ini dengan penuh harapan. Fasilitas-fasilitas baru yang akan hadir tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga akan membuka peluang baru bagi pengembangan diri dan inovasi akademik yang lebih baik lagi.
—
Laporan: Nurul Hidayah
Editor: Rudi Hermawan
Solo, 9 April 2026