Solo — Kampus Solo, institusi pendidikan tinggi yang telah melayani mahasiswa di Kota Batik selama lebih dari dua dekade, secara resmi mengumumkan pencapaian luar biasanya dalam meraih akreditasi internasional pada hari Sabtu, 13 April 2026. Pencapaian ini menandai momentum penting dalam perjalanan peningkatan mutu akademik dan standar pengelolaan kelembagaan yang berkelanjutan.
Akreditasi internasional yang diperoleh dari lembaga akreditasi regional Asia Tenggara ini mencakup lima program studi unggulan, yakni Program Studi Teknik Informatika, Manajemen Bisnis, Pendidikan Bahasa Inggris, Kesehatan Masyarakat, dan Arsitektur. Pencapaian tersebut diperoleh setelah institusi ini menjalani proses evaluasi intensif selama delapan bulan berturut-turut, melibatkan tim auditor internasional yang menilai aspek kurikulum, sumber daya manusia, infrastruktur, dan kontribusi sosial.
“Ini adalah buah dari kerja keras seluruh civitas akademika Kampus Solo. Kami tidak hanya meraih akreditasi demi sertifikat, melainkan memastikan bahwa setiap aspek pengelolaan kampus telah memenuhi standar kualitas internasional yang ketat,” ujar Dr. Ir. Bambang Sutrisno, Rektor Kampus Solo, dalam konferensi pers yang digelar di Aula Utama Kampus Solo pada Jumat pagi, 12 April 2026.
### Latar Belakang Perjalanan Peningkatan Mutu
Kampus Solo, yang berlokasi strategis di jantung kota Solo dengan luas kampus mencapai 18 hektar, telah memulai transformasi sistematis sejak tahun 2019. Pada saat itu, institusi menghadapi tantangan yang cukup signifikan, mulai dari keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya publikasi penelitian internasional, hingga kurangnya kemitraan dengan universitas terkemuka di luar negeri.
Menyadari urgensi peningkatan mutu, manajemen kampus merancang Roadmap Peningkatan Mutu 2020-2025 yang komprehensif dan terukur. Strategi ini mencakup lima pilar utama, yakni peningkatan kualifikasi dosen, modernisasi infrastruktur pembelajaran, peningkatan budaya riset dan inovasi, penguatan kemitraan internasional, dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa.
“Ketika saya menjadi rektor pada 2020, visi kami jelas: membuat Kampus Solo dikenal bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional. Kami percaya bahwa pendidikan tinggi berkualitas adalah investasi terbaik untuk kemajuan masyarakat,” tambah Dr. Bambang Sutrisno, yang telah memimpin institusi selama enam tahun terakhir.
### Investasi Besar-Besaran dalam Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia
Langkah konkret pertama yang diambil Kampus Solo adalah peningkatan kualifikasi akademik dosen. Dari total 487 dosen yang tercatat, sebanyak 245 dosen (50,3 persen) telah menyelesaikan pendidikan doktoral pada tahun 2025, meningkat signifikan dari hanya 18 persen pada tahun 2019. Investasi untuk program beasiswa pendidikan lanjutan dosen mencapai Rp 12,5 miliar dalam enam tahun terakhir.
Selain itu, kampus juga melakukan pembenahan infrastruktur pembelajaran. Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) seluas 8.500 meter persegi, yang diresmikan pada November 2023, dilengkapi dengan laboratorium berstandar internasional, ruang belajar digital, dan fasilitas kolaborasi dengan teknologi terdepan. Investasi untuk infrastruktur ini mencapai Rp 45 miliar.
“Saya sendiri merasakan transformasi ini. Ketika masuk tahun pertama di tahun 2021, fasilitas masih sangat terbatas. Sekarang, laboratorium yang kami gunakan untuk penelitian telah setara dengan universitas-universitas di negara maju,” ujar Siti Nurhaliza, mahasiswi Program Studi Teknik Informatika angkatan 2021, yang saat ini sedang menyelesaikan tugas akhir tentang aplikasi kecerdasan buatan untuk pertanian berkelanjutan.
### Peningkatan Budaya Riset dan Publikasi Internasional
Salah satu aspek krusial yang menjadi fokus adalah peningkatan budaya riset dan publikasi ilmiah. Kampus Solo mendirikan Kantor Riset dan Inovasi (KRI) pada 2021, yang diberi anggaran operasional sebesar Rp 800 juta per tahun. Badan ini memfasilitasi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian berkualitas tinggi dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal bereputasi internasional.
Hasilnya terbukti memuaskan. Pada tahun 2019, Kampus Solo hanya memiliki 12 publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus. Angka ini melonjak menjadi 156 publikasi pada tahun 2025, dengan 23 di antaranya berada di kuartil pertama (Q1). Prestasi ini menempatkan Kampus Solo di posisi teratas di antara universitas swasta di Jawa Tengah.
“Peningkatan publikasi internasional tidak terjadi dengan sendirinya. Kami membentuk tim pendamping riset, menyediakan akses ke database jurnal terkemuka, dan memberikan insentif finansial untuk dosen yang berhasil mempublikasikan penelitian di jurnal ternama. Investasi ini menghasilkan ekosistem akademik yang sehat dan kompetitif,” jelas Prof. Dr. Hartono, Kepala Kantor Riset dan Inovasi Kampus Solo.
### Penguatan Kemitraan Internasional
Pembukaan relasi internasional menjadi strategi lain yang sangat kritis. Sejak 2020, Kampus Solo telah menjalin kerjasama akademik dengan 34 universitas mitra di 15 negara, termasuk Universitas Mahidol di Thailand, Universitas Diponegoro di Malaysia, dan University of Technology Sydney di Australia. Kerjasama ini mencakup pertukaran pelajar, kolaborasi riset, dan pengembangan kurikulum bersama.
“Kami percaya bahwa mahasiswa kami perlu mendapatkan pengalaman belajar global. Program pertukaran pelajar kami memungkinkan mahasiswa menghabiskan satu hingga dua semester di universitas mitra, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan wawasan akademik tetapi juga pengalaman hidup lintas budaya,” papar Dra. Heny Kurniawati, Direktur Hubungan Internasional Kampus Solo.
Pada tahun akademik 2024-2025, sebanyak 67 mahasiswa Kampus Solo melakukan pertukaran pelajar ke luar negeri, sementara 89 mahasiswa asing dari berbagai negara belajar di Kampus Solo. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya.
### Dampak Akreditasi Internasional terhadap Ekosistem Kampus
Pencapaian akreditasi internasional membawa dampak nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh komponen institusi. Pertama, kepercayaan pemangku kepentingan terhadap Kampus Solo meningkat signifikan. Pada tahun akademik 2024-2025, kampus menerima 8.432 pendaftar untuk 1.200 slot penerimaan mahasiswa baru, meningkat 34 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kedua, akreditasi internasional membuka peluang pendanaan dari berbagai sumber eksternal. Kampus Solo berhasil mengamankan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebesar Rp 2,3 miliar untuk lima proyek penelitian unggulan, dan Rp 1,7 miliar dari program kemitraan industri.
Ketiga, standar mutu internal kampus menjadi lebih ketat dan terstruktur. Setiap program studi kini harus melaporkan pencapaian learning outcomes secara berkala, melakukan evaluasi kurikulum setiap dua tahun, dan menjalani audit internal minimal dua kali per tahun.
“Akreditasi internasional ini membuat kami harus selalu menjaga dan meningkatkan standar. Ini bukan tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan untuk keunggulan akademik,” tegas Dr. Bambang Sutrisno.
### Tantangan ke Depan dan Visi Jangka Panjang
Meskipun berhasil meraih akreditasi internasional untuk lima program studi, Kampus Solo masih memiliki pekerjaan rumah yang signifikan. Dari 18 program studi yang ada, hanya lima yang telah meraih akreditasi internasional. Rencana kampus adalah memperluas akreditasi internasional ke 12 program studi lainnya dalam lima tahun ke depan.
Selain itu, peningkatan ranking kampus di tingkat nasional dan regional juga menjadi target strategis. Saat ini, Kampus Solo berada di peringkat 47 dalam QS Rankings for Asia, dan manajemen bertarget masuk ke 30 besar dalam dua tahun ke depan.
“Tantangan besar kami adalah mempertahankan momentum ini sambil tetap fokus pada kontribusi sosial kepada masyarakat. Kami ingin Kampus Solo tidak hanya menjadi institusi pendidikan berkelas dunia, tetapi juga lembaga yang benar-benar berdampak positif bagi pengembangan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Dr. Bambang Sutrisno dengan penuh keyakinan.
### Penutup
Pencapaian Kampus Solo dalam meraih akreditasi internasional pada 13 April 2026 merupakan bukti nyata bahwa institusi pendidikan swasta di Indonesia mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka di tingkat regional. Komitmen terhadap peningkatan mutu berkelanjutan, investasi dalam sumber daya manusia dan infrastruktur, serta penguatan jaringan internasional telah membentuk fondasi yang kuat untuk pertumbuhan Kampus Solo.
Ke depannya, institusi ini diharapkan terus mempertahankan momentum tersebut dan memperluas jangkauan akreditasi internasional ke seluruh program studi. Dengan dukungan penuh dari civitas akademika, kemitraan strategis, dan komitmen kepemimpinan yang kuat, Kampus Solo tidak hanya akan menjadi institusi pendidikan berkualitas, tetapi juga pusat inovasi dan kontribusi bermakna bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia dan Asia Tenggara.
—
Penulis: Tim Jurnalisme Kampus | Tanggal: 13 April 2026 | Lokasi: Solo